Postingan

[TENTANG BUKU] Kekal - Jalu Kancana

Gambar
Judul Buku : Kekal Penulis : Jalu Kancana Penerbit : Mojok . . "..dan segalanya tentang uang dan gaya hidup, bukan tentang udara, atau air minum. Bukan tentang segala yang bernyawa, atau tanah yang mereka pijak. Selalu tentang ekonomi, bukan ekologi" (hlm. 120) . Cagar alam kita tahu adalah tempat hidup flora dan fauna yang dilindungi, bahkan oleh undang-undang. Namun, adanya kepentingan ekonomi fungsi cagar alam bergeser. Ada pihak-pihak yang leluasa keluar masuk padahal tak seharusnya suatu wilayah yang berstatus Cagar Alam dijamah tangan manusia. Seperti halnya Cagar Alam Kamojang yang di dalamnya terdapat Hutan Ciharus. Orang-orang yang lalu lalang dengan trail, membunuh satwa, dan eksploitasi alam yang terjadi dalam kawasan hutan tersebut yang kemudian menggerakkan orang seperti Alit, Pepep, Nugi, Tama, Kamil dan kawan-kawan mereka lainnya tergerak dalam suatu gerakan Save Ciharus. . Alit, sebagai sudut pandang orang pertama dalam cerita ini adalah seorang mahasiswa ya...

[TENTANG BUKU] Bara; Surat Terakhir Seorang Pengelana

Gambar
Judul Buku : Bara, Surat Terakhir Seorang Pengelana Penulis : Febrialdi Penerbit : Mediakita . . "Sebaik-baiknya seorang petualang adalah petualang yang mengemasi masa lalunya dan bertualang meraih masa depan" (hlm. 121). . Bercerita tentang laki-laki bernama Bara. Seorang pegiat alam, petualang, penulis kisah perjalanan, dan juga seorang Relawan. Berasal dari latar belakang keluarga yang berantakan, tersebab ibunya adalah seorang pelacur yang tidak pernah ia temui lagi dan ayahnya yang mendekam di penjara karena menjadi seorang pengedar narkoba. Mau tidak mau, ia harus hidup sendiri tanpa rumah dan kuliah yang tidak pernah ia selesaikan. . Selain terbentur di masalah keluarga, Bara juga mengalami kisah cinta yang tragis. Adalah Kirana, perempuan penulis puisi, berambut sebahu yang membuat Bara merasa berarti dalam menjalani hidupnya yang sunyi. Lalu, waktu membawa Kirana pergi dan membuatnya berbaur dengan ganja dan narkotik lainnya. Lama ia terjerumus, bahkan sahabat-saha...

[TENTANG BUKU] Jalan Pulang - Jazuli Imam

Gambar
Buku ini adalah sekuel dari Pejalan Anarki. Masih menempatkan El dan Sekar sebagai dua tokoh utama. Tentang keinginan Sekar untuk bertemu kembali dengan El yang telah entah. Di buku ini, ada satu tokoh bernama Eliza yang mengabdikan dirinya mengajar di pedalaman Papua. Eliza kemudian bertemu dengan Lana yang kemudian membuatnya banyak belajar tentang hal-hal yang dilupakan banyak manusia. Semisal, Lana mengajarkan kepada anak-anak kecil di tempat itu untuk menganggap pohon sebagai anak. Sehingga mereka betul-betul merawat anak (pohon) yang sudah mereka namai masing-masing. Persis seperti yang dilakukan El.  . Sepeninggal El, Sekar masih melakukan aktivitas-aktivitas yang El ajarkan dulu. El tidak pernah hilang dari kepala, naluri dan hati perempuan yang dulu sangat memegang peranan penting di kampusnya. Mendaki gunung, memberi makan orang-orang yang kelaparan, merawat pohon, tidak membeli air minum kemasan dan hal-hal lain yang El sekali. . Di buku ini, banyak berc...

[CERPEN] Bujung

Bujung [Oleh : Muhfatiah Muhdar] Aku tinggal di sebuah desa kecil yang hanya ada satu sekolah dasar, tidak ada sekolah SMP apalagi sekolah SMA, dan Universitas sangat mustahil ada di sini. Hal ini lantas membuatku jauh-jauh ke pusat kecamatan dari senin hingga sabtu demi menuntut ilmu. Di desaku banyak yang putus sekolah karena remaja sebayaku lebih memilih membantu orangtua mereka di kebun, ada juga yang membantu ibunya membuat golla mamea [1] . Amma’ ku [2] juga pembuat golla mamea , tapi amma’ tidak pernah memaksaku untuk putus sekolah agar dapat membantunya. Aku lebih sering membantu amma’ sepulang sekolah. Kami hanya tinggal berdua, ambe’ [3] meninggal ketika umurku baru dua tahun.             Setiap pagi, aku harus berjalan sejauh 1,5 km menuju jalan poros. Kendaraan umum tidak pernah sampai ke desaku. Mau tidak mau aku dan kawan-kawanku harus menguras keringat setiap pagi. Hal ini juga berlaku bagi rakyat ...

[OCEHAN] Dua Perjanjian Penting di Tanah Mandar

Kawasan Mandar dahulu dikenal dua organisasi besar kerajaan-kerajaan yang mendiami tanah mala'bi tersebut. Organisasi tersebut adalah Pitu Ulunna Salu dan Pitu Ba'bana Binanga . Pitu Ulunna Salu  terdiri dari tujuh kerajaan yang terletak di seputar hulu sungai (daerah pegunungan). Sedangkan Pitu Ba'bana Binanga  terdiri dari tujuh yang terletak di muara sungai.  Kedua organisasi besar ini kemudian mengadakan perjanjian yang terbagi menjadi dua yaitu perjanjian Tammajarra dan perjanjian Allamungan Batu di Luyo . Hal ini dilakukan untuk membangun kerjasama dan memperkuat pertahanan dan keamanan.  Perjanjian Tammajarra Isi perjanjian Tammajarra  dalam Bahasa Mandar : " Inggai para dipokedzoi kedzota, diposipa'sipa'ta, diposoei soeta. Para mellambami tau di petawung marorota, disesena panggauang namappatumballe' lita'. Inggaisiitaiangapiangang, tassitaiyang adzaeang, malilu sipaingarang, mara'ba sipatottong, manus separappe; dibuttu, d...

[OCEHAN] Bahasa Mandar sebagai Simbol Kelas Sosial

Bahasa seperti yang telah kita ketahui adalah suatu alat yang digunakan untuk berkomunikasi. Termasuk bahasa daerah, digunakan oleh suatu etnis tertentu sebagai alat pemersatu dan juga alat komunikasi. Namun, siapa sangka jika ternyata bahasa juga dapat menjadi penanda kelas sosial seseorang. Seperti yang berlaku dalam Bahasa Mandar. . Dahulu, dikenal 6 jenis Bahasa Mandar yang dijadikan sebagai simbol kasta, yaitu : 1. Bahasa Hadat           Bahasa yang berlaku dikalangan bangsawan. 2. Bahasa Samar           Bahasa yang digunakan oleh golongan menengah atau masyarakat pada umumnya. 3. Bahasa Adzae            Bahasa yang digunakan oleh masyarakat kelas bawah. Bahasa rendah yang tidak mengikuti aturan dan etika ketata bahasaan Mandar. Asal mudah dipahami saja. 4. Bahasa Tomawuweng            Bahasa jenis ini digunakan oleh kalangan orangtua. 5. Bahasa Topanrita  ...

[TENTANG BUKU] Kutipan dari novel Buku Panduan Matematika Terapan

Buku ini bukan buku mata pelajaran matematika. Tapi sebuah novel yang ditulis oleh Triskaidekaman, merupakan buku pertama dari penulis. Berikut adalah kutipan dari buku ini, semoga bisa membuat pembaca blog saya juga berminat untuk membacanya. . "Hidup kadang seperti kurva parabola. Kamu menginginkan sesuatu. Kamu datang mendekat padanya dengan penuh harapan. Ternyata ia mengusirmu menjauh bahkan sebelum kamu bersentuhan dengannya" (hlm. 21). . "Satu adalah penanda kesetiaan. Bersama satu, satu-satunya, satu untuk selamanya; adalah simbol-simbol tak terceraikan yang tak lekang menghiasi berbagai epik terheroik hingga roman yang terpicisan. Manusia mendamba angka satu, dekat ataupun jauh dalam relung terdalam di jiwa masing-masing. Satu rasa, satu kesamaan, satu bentuk, satu irama, satu pasangan" (hlm. 48). . "Ulangtahun itu cuma kamuflase untuk merayakan mendekatnya seseorang ke kematian" (hlm. 51). . "Karena memilih itu lebih penting, lebih m...