Postingan

[TENTANG BUKU] Kutipan dari Novel Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi

Gambar
Tahun ini barangkali adalah tahun paling malas membaca bagiku. Ah bukan karena malas tapi lebih sulit sekali meluangkan waktu untuk membaca seperti di tahun-tahun berlalu. Kesibukan dan pekerjaan memang paling tepat untuk menjadi alasan "kenapa kamu jarang baca buku?". Padahal di saat-saat luang pun aku masih sulit mengalihkan rasa "mager" itu ke buku. Keasyikan berselancar di sosial media memang membunuh kebiasaan baik yang satu ini. Aku membaca, tapi tidak se rutin dulu. Kali ini membaca hanya beberapa lembar per hari.  Sampai akhirnya rasa bosan dengan  rutinitas yang begitu-begitu saja, kepala yang ribut setiap malam, kelelahan. Aku kembali kabur ke buku. Nah, setelah membaca dua novel nya Leila S. Chudori (Namaku Alam dan Pulang), Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi menjadi novel ketiga yang kubaca di tahun ini, milik Aan Mansyur. Walau bukan buku fisik tapi lewat aplikasi Ipusnas. Rasa-rasanya sejak bekerja dan punya penghasilan tetap aku juga kesulitan untu...

[TENTANG BUKU] Namaku Alam - Leila S. Chudori

Gambar
  Judul : Namaku Alam 1 Penulis : Leila S. Chudori Penerbit : KPG Jumlah halaman : 438 .  .  "Pencatatan sejarah negeri ini sangat buruk, Alam. Kita digenggam penguasa, dan mereka yang menentukan arah sejarah Indonesia sesuai kepentingan mereka memelihara kekuatan dan kebijakan" hlm. 30 .  Sesuai dengan judulnya novel ini berpusat pada tokoh yang bernama Alam, Sagara Alam. Seorang anak dengan kelebihan memiliki memori fotografis yang berarti dia bisa mengingat segala apapun yang pernah dilihat, didengar atau dirasakannya. Sialnya alam menganggap kelebihan itu sebagai kutukan karena sejarah keluarganya yang sekaligus merupakan sejarah kelam bangsa ini.  .  Lahir di tahun 1965 dimana tahun tersebut mencatat sebuah peristiwa kelam Indonesia yang jarang sekali dibahas tuntas di buku pelajaran sekolah dari dulu hingga saat ini (G30S 1965). Ayahnya adalah seorang jurnalis yang dekat dengan Lekra sehingga mau tidak mau beliau menjadi buron sampai akhirnya ditangka...

[TENTANG BUKU] Menuju Indonesia Emas 2045 ???

Gambar
Judul : Hitam 2045 Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Bukune Kreatif Cipta Jumlah halaman : 556 .  .  Novel berbentuk catatan harian berisi imajinasi penulis di tahun-tahun menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Digambarkan bahwa Indonesia di masa itu mencapai puncak kejayaannya baik dari segi ekonomi, pendidikan, teknologi, sain dan bidang-bidang lainnya di bawah pimpinan seorang presiden yang terpilih sejak tahun 2024 dan menghentikan sistem demokrasi lama menjadi "Demokrasi Kebijaksanaan". Di awal kepemimpinannya ia dihadapkan dengan serangan terorisme tepat di tahun 2025. Namun, kabar baik dari serangan itu adalah rakyat bersatu dan mendukung penuh pemerintah yang mampu memperbaiki keadaan hanya dalam waktu singkat.  .  Tahun 2044, seorang pemuda yang tergabung dalam Pilar Muda (sistem pendidikan bagi generasi dengan genetik unggul) membeli sebuah buku catatan bersampul Hitam di sebuah toko barang antik. Di buku tersebut ia menulis banyak hal. Padahal di mas...

[TENTANG BUKU] Hijrah Jangan Jauh-jauh Nanti Nyasar! - Kalis Mardiasih

Gambar
  Judul                         : Hijrah Jangan Jauh-Jauh Nanti Nyasar! Penulis                      : Kalis Mardiasih Penerbit                    : Mojok Tahun Terbit          : 2019 Saya masih ingat beberapa tahun lalu di awal saya kuliah, salah seorang kawan menanyakan pada salah satu dosen mata kuliah, saya ingat betul dengan pertanyaan itu yang sebenarnya juga jadi pertanyaan dari diri saya, yaitu : "Pak, yang mana yang salat subuhnya benar, diqunut kah atau tidak?"  Dosen saya itu menjawab dengan sangat sederhana dan sangat diiyakan oleh logika sederhana saya yang masih berotak mahasiswa baru kala itu. "Dua-duanya ya sama-sama benar, yang salah itu kalau kalian tidak salat subuh" Nah, bukunya Mbak Kalis ini juga menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan semacam it...

[TENTANG BUKU] Putih - L. Ayu Saraswati

Gambar
Judul : Putih Penulis : L. Ayu Saraswati Penerbit : Marjin Kiri Pernah tidak, kalian baru ketemu teman lama terus mereka langsung bilang "ih tambah putih saja, pakai skin care apa?". Atau kalian ketemu orang baru terus dia langsung sok tahu tentang kau berasal dari suku apa hanya karena persoalan warna kulit?. Nah buku ini membahas banyak hal tentang warna kulit terutama "Putih", mulai dari sejarah kulit putih jadi standar kecantikan di Indonesia hingga bagaimana kulit putih juga selalu diidentikkan dengan ras.  Kulit putih jadi standar seorang perempuan dikatakan cantik ternyata sudah ada di jaman pra kolonial, di Pulau Jawa misalnya, masyarakat Hindu sangat terpengaruh dengan epos Ramayana. Yapsss, kisah cinta Rama dan Sinta. Sosok Sinta digambarkan dalam kisah tersebut sebagai perempuan berparas cantik dengan diumpamakan seperti bulan purnama; terang. Waktu itu, hanya dikenal terang dan gelap. Bukan putih dan hitam. Terang selalu berkaitan dengan hal positif, sed...

[DRAKORIAN] Hal Menarik Sehabis Nonton Hometown Cha Cha Cha

Gambar
  sumber : ig : @tvn_drama Terlepas dari skandal yang menimpa Kim Seon Ho yang memerankan Hong Dusik di drama Hometown Cha Cha Cha, ada banyak hal yang menarik perhatian saya dalam drama ini. Hometown Cha Cha Cha sendiri jika dinonton sekilas hanya serial romantisme biasa, ternyata ada banyak hal yang 'wah' dalam drama ini yang membedakannya dengan drama lain yang bergenre sama. Hal-hal itu adalah : G aya Hidup Zero Waste Masyarakat Gonjing Masyarakat Gonjing secara terjadwal melakukan kerja bakti di lingkungan desa. Tiap kepala wilayah diberi jatah kantong sampah oleh aparat desa. Kantong sampah ini menjadi kebutuhan yang sangat krusial demi kebersihan desa, hal ini terlihat dari seringnya kepala wilayah Hwa-jung bersitegang dengan kepala desa apabila terlambat membagikan kantong sampah. sumber : ig : @tvn_drama Di beberapa episode, Hong Banjang membuat sabun sendiri untuk dijual atau dibagikan kepada penduduk desa. Selain sabun, Hong Banjang juga membuat lilin aroma terapi. M...

[TENTANG BUKU] Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta karya Luis Sepulveda

Gambar
  Hore, akhirnya setelah sekian bulan saya tidak menghabiskan satu bacaan apapun, beberapa hari yang lalu saya berhasil menamatkan satu novel terjemahan karya Luis Sepulveda, Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta. Luis Sepulveda sendiri merupakan penulis kebangsaan Cile yang sangat dikenal sebagai pembela kebebasan dan lingkungan hidup. Ini tercermin dalam novel yang ia tulis dan sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa.  Bersampul warna hijau seperti semak-semak menggambarkan hutan Amazon yang masih sangat kaya dengan berbagai macam vegetasi dan masih sulit untuk ditaklukkan oleh manusia. Ditambah dengan penampakan sepasang mata berwarna kuning yang mengintip sebagai penggambaran bagaimana hewan seperti macan kumbang mengintai manusia-manusia yang haus akan eksploitasi.  El Idilio adalah sebuah kota terpencil di tengah rimba Ekuador yang menjadi tempat tinggal seorang Pak Tua bernama Antonio Jose Bolivar. Pak Tua bukan penduduk asli, sebelumnya ia berasal dari tempat lain. Ber...